7 Hal yang Perlu Diketahui Pesepeda Balap sebelum Mencoba Mountain Bike

Ilustrasi via totalwomenscycling.com.

Sudah merasakan nikmatnya membalap sepeda, meliauk-liuk dengan kecepatan tinggi di jalan raya? Dan sekarang ingin mencoba sesuatu yang kotor dan penuh debu atau lumpur? Meskipun mungkin penuh tantangan, kesempatan mencoba mountain bike untuk pertama kali harus menyenangkan…

Mencoba mountain bike akan menambah kemampuan handling, kekuatan tubuh bagian atas, dan mungkin juga kepercayaan diri. Memang butuh waktu untuk membiasakan diri. Berikut ini beberapa tips yang mungkin perlu menjadi perhatian…..

1. Pedal flat atau cleat?
Pilihan yang sulit. Seorang pesepeda balap pasti sudah terbiasa memakai sepatu cleat. Lalu, apakah saat bersepeda gunung, kaki juga harus selalu lengket dengan pedal?

Dengan pedal flat, kita akan lebih merasa nyaman saat mengayuh pedal, namun akan kekurangan feel ‘tarikan’ saat melahap tanjakan. Dengan pedal cleat, akan terasa lebih kuat saat di tanjakan, namun akan kurang stabil saat melewati jalur yang berbatu dan turunan.

2. Segala sesuatu yang ada di permukaan tanah jadi menakutkan
Mungkin hal tersebut bisa disebut lumrah, karena saat bersepeda balap, kerikil kecil saat berada di tikungan bisa menyebabkan ban hilang cengkeramannya dan terjatuh. Sedangkan saat bersepeda gunung, ada banyak rintangan atau benda yang terlihat sangat kasar di permukaan tanah, dan kita memang harus melewatinya, contohnya jalan berbatu, akar pohon, atau serasah dedaunan.

Tracey Moseley berpendapat, “Bagiku, kesalahan sebagian besar pesepeda gunung newbie adalah mereka tidak melihat jalur yang akan dilewati secara keseluruhan. Sebagian besar konsentrasinya akan terpusat pada ujung ban depan, padahal jalur yang akan mereka lewati ada jauh terbentang di depan.”

3. Bingung dengan tekanan ban?
Dengan tekanan ban yang sedikit lebih kempes daripada tulisan yang tertera di dinding ban, maka kita bisa melewati rintangan dengan lebih percaya diri…

Pada saat bersepeda balap, biasanya tekanan bannya sekitar 80 hingga 100 psi. Pada saat menggunakan MTB, mungkin tekanannya antara 20 – 35 psi. Tekanan ban yang lebih rendah akan memberikan cengkeraman yang lebih kuat. Namun jika tekanannya terlalu rendah, maka risiko ban bocor pun semkin tinggi.

4. Kebugaran tubuh yang berbeda
Pada saat bersepeda balap, saat menghadapi tanjakan terjal, tubuh akan lebih mengandalkan endurance daripada kekuatan tubuh it sendiri.

Pada saat off-road, perjuangan untuk melahap tanjakan bahkan lebih berat; benar-benar membutuhkan kekuatan tubuh. Tak jarang bahkan sepeda harus dipanggul, karena mungkin lintasan yang sudah tidak bisa lagi dilewati dengan bersepeda…

5. Tanjakan sama menakutkannya dengan turunan
Kembali soal tanjakan. Saat mengayuh pedal di permukaan jalan atau lintasan yang tak rata, kadang berkerikil, kadang pula berpasir, takut saat roda belakang selip saat dikayuh, atau ban depan tak terlalu mencengkeram, ketakutan semacam itu adalah hal yang biasa.

Sedikit demi sedikit, kesulitan-kesulitan seperti itu akan memperkuat mental dan mengasah skill.

6. Kaki yang dipenuhi lumpur
Bagi yang sudah biasa, atau memang menyukai sepeda gunung, kaki belepotan lumpur sudah biasa. Namun bagi pesepeda gunung newbie, bisa jadi hal itu terasa sedikit menjijikkan dan menggelikan. Namun, mengayuh pedal melewati lintasan berlumpur atau berpasir adalah sebuah seni tersendiri. Hal yang paling penting adalah tetap mengayuh dengan kekuatan yang cukup untuk membuat sepeda tetap melaju, dan lakukanlah dengan lembut, tak perlu terlalu menggebu-gebu.

7. Jatuh dengan kecepatan rendah tak terlalu menyakitkan
Pasti; kemungkinan terjatuh itu pasti akan terjadi.

Tak melulu saat melaju dengan cepat. Saat berada di tanjakan, namun ban belakang selip karena melewati akar, bisa jadi tetap akan terjatuh, tapi dengan momen yang lebih pelan.

Satu pesan. Jangan sampai kapok jika sudah terjatuh. Nikmatilah, dan pasti akan ketagihan…

(diolah dari totalwomenscycling.com)