Sepeda yang Dikayuh Nicky Hayden

Bersepeda jadi olahraga wajib buat rider MotoGP (dan balapan motor kelas manapun). Karena nasib nahas tak bisa ditolak, Nicky Hayden tewas justru saat sedang bersepeda.

Sepertinya memang sudah suratan takdir yang tidak bisa dihindarkan. Apa yang dialami Nicky hayden bisa terjadi kepada siapapun. Sekarang ini kebetulan menimpa pebalap top World Superbike yang sedang bersepeda di Italia.

Hayden mengalami nasib nahas ketika bersepeda, bukan saat tengah menggeber motornya dengan kecepatan tinggi di atas lintasan. Dia tertabrak mobil dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah beberapa hari masuk ruang perawatan intensif, Hayden akhirnya meninggal dunia.

Menurut saya Hayden merupakan pebalap top MotoGP dengan sifat dan sikap yang sangat baik. Dia bisa dibilang tak punya hatters. Dunia balap mengenalnya sebagai rider yang ramah terhadap fans dan juga para pesaing. Di banyak kesempatan, Hayden akan terlihat dengan senyum tipisnya yang khas itu.

Sepeda Sebagai Tunggangan Kedua Para Rider

Seperti banyak pebalap motor lain, Hayden menjadikan bersepeda sebagai salah satu program latihan fisiknya. Rider-rider MotoGP/WSBK dituntut punya kondisi kebugaran yang luar biasa tangguh, namun sering dipandang remeh. Menjinakkan motor dengan bobot lebih dari 150 kg dalam rata-rata kecepatan di atas 160 km/jam butuh fisik yang luar biasa prima.

Semua pebalap harus menjalani beragam latihan cardio setiap hari. Latihan fisik tersebut umumnya merupakan campuran dari endurance dan berlari serta bersepeda dalam intensitas tinggi. Maka treadmill dan stationary bike adalah perlengkapan latihan wajib yang dipunyai pebalap.

Tentu saja pola latihannya tidak sebatas itu saja, selain itu setiap pebalap juga punya menu berbeda. Tapi secara garis besar memiliki konsep yang sama. Karena fleksibelitas juga penting bagi pebalap (mereka harus membuat pose yang aneh sepanjang balapan di atas motor), beberapa rider juga berlatih yoga.

Kembali ke bersepeda, ada beberapa alasan kenapa pebalap motor menjadikan aktivitas tersebut menjadi pilihan olahraganya.

  1. Bersepeda menyerupai motor, mereka akan enjoy, bisa nikung, ada handle bar, rem dan bisa dibuat menyerupai motor dalam hal mengendarainya.
  2. Bersepeda melatih endurance yg dibutuhkan pebalap motor. Balap motor butuh waktu yang lama dari start sampai finish, ada namanya level ‘treeshold’ di bagian heart rate. Itu bisa di lakukan dengan enjoy melalui bersepeda, dibanding lari.
  3. Running lebih membosankan dibanding bersepeda dan sering menimbulkan efek sakit pada lutut karena impact-nya langsung ketika menahan badan. Kalau sepeda hanya perlu melakukan gerakan swing saja. Dan yang dihasilkan untuk membakar kalori, sepeda lebih efektif dibandingkan lari.

Selain itu, bersepeda juga bisa dijadikan hiburan buat para pebalap, misalnya melakukan aksi wheelie atau stoopie atau juga sliding. Hal-hal tersebut sering mereka lakukan pada saat menggunakan motor.

Porsi latihan lain yang dilakukan rider-rider adalah nge-gym. Tapi yang jelas porsi cardio dengan bersepeda atau berlari lebih banyak ketimbang ng-gym. Karena terlalu banyak nge-gym bikin badan tidak luwes dan bikin kaku.